Pages

jokowi kader mahapala sob (independent)

Minggu, 30 Maret 2014
Read more ...

SEJARAH, TUJUAN, DAN MAKNA PMII

Minggu, 30 Maret 2014

SEJARAH, TUJUAN, DAN MAKNA PMII

A. Sejarah
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu elemen mahasiswa yang terus bercita-cita mewujudkan Indonesia ke depan menjadi lebih baik.  Lahirnya PMII tentu tidak berjalan mulus, banyak sekali hambatan dan rintangan. Hasrat mendirikan organisasi NU sudah lama bergolak, namun pihak NU belum memberikan green light. Belum menganggap perlu adanya organisasi tersendiri untuk mewadahi anak-anak NU yang belajar di perguruan tinggi. melihat fenomena yang ini, keinginan  intelektual-intelektual muda itu tak pernah kendur, bahkan semakin berkobar-kobar  dari kampus ke kampus. hal ini bisa dimengerti karena kondisi sosial politik pada dasawarsa 50-an memang sangat memungkinkan untuk lahirnya organisasi baru. Banyak organisasi Mahasiswa bermunculan dibawah naungan payung induknya.  Misalkan saja HMI yang dekat dengan Masyumi, SEMI dengan PSII, KMI dengan PERTI, IMM dengan Muhammadiyah dan Himmah yang bernaung dibawah Al-Washliyah.

Hal yang wajar jika intelektual-intelektual muda NU ingin mendirikan wadah tersendiri dan bernaung dibawah panji bintang sembilan, dan benar keinginan itu diwujudkan di Jakarta pada bulan Desember 1955, berdirilah Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) yang dipelopori oleh Wa'il Harits Sugianto. Sedangkan di Surakarta berdiri KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama) yang dipelopori oleh Mustahal Ahmad. Namun keberadaan kedua organisasi mahasiswa tersebut tidak direstui bahkan ditentang oleh Pimpinan Pusat IPNU dan PBNU dengan alasan IPNU baru saja berdiri dua tahun sebelumnya yakni tanggal 24 Februari 1954 di Semarang. IPNU punya kekhawatiran jika IMANU dan KMNU akan memperlemah eksistensi IPNU. Jadi keberatan NU bukan terletak pada prinsip berdirinya IMANU dan KMNU, tetapi lebih pada pertimbangan waktu, pembagian tugas dan efektifitas organisasi. Oleh karenanya, sampai pada konggres IPNU yang ke-2 (awal 1957 di pekalongan) dan ke-3 (akhir 1958 di Cirebon). NU belum memandang perlu adanya wadah tersendiri bagi mahasiswa NU. Namun kecenderungan ini sudah mulai diantisipasi dalam bentuk kelonggaran menambah Departemen Perguruan Tinggi dalam kestrukturan organisasi IPNU.

Disamping latar belakang lahirnya PMII seperti diatas, pada waktu itu intelektual muda NU yang ada di organisasi lain seperti HMI merasa tidak puas atas pola gerak HMI. Mahasiswa NU menganggap bahwa HMI sudah berpihak pada salah satu golongan yang kemudian ditengarai bahwa HMI adalah anderbow partai Masyumi, sehinggga mahasiswa NU di HMI juga mencari alternatif lain. Senada denga pendapat Deliar Nur (1987), beliau mengatakan bahwa PMII merupakan cermin ketidakpuasan sebagian mahasiswa muslim terhadap HMI, yang dianggap bahwa HMI dekat dengan golongan modernis (Muhammadiyah) dan dalam urusan politik lebih dekat dengan Masyumi.

Berdasarkan permasalahan di atas dapat ditarik benang merah atau pokok-pokok pikiran dari makna dari kelahiran PMII: 1) Bahwa PMII lahir karena ketidakmampuan Departemen Perguruan Tinggi IPNU dalam menampung aspirasi anak muda NU di Perguruan Tinggi. 2) PMII lahir dari rekayasa politik sekelompok mahasiswa muslim (NU) untuk mengembangkan kelembagaan politik menjadi underbow NU dalam upaya merealisasikan aspirasi politiknya. 3) PMII lahir dalam rangka mengembangkan paham Ahlussunah Waljama`ahdikalangan mahasiswa. 4) PMII lahir dari ketidakpuasan mahasiswa NU yang saat itu ada di HMI, karena HMI tidak lagi mempresentasikan paham mereka (Mahasiswa NU) dan nota bene HMI adalah underbouw MASYUMI. 5) Bahwa lahirnya PMII merupakan wujud kebebasan berpikir, artinya sebagai mahasiswa harus menyadari sikap menentukan kehendak sendiri atas dasar pilihan sikap dan idealisme yang dianutnya. Dengan demikian ide dasar pendirian PMII adalah murni dari intelektual-intelektual muda NU sendiri bahwa  harus bernaung dibawah panji NU itu bukan berarti sekedar pertimbangan praktis semata, misalnya karena kondisi pada saat itu yang memang nyaris menciptakan iklim dependensi sebagai suatu kemutlakan. Tetapi, keterikatan PMII kepada NU memang sudah terbentuk dan sengaja dibangun atas dasar kesamaan nilai, kultur, akidah, cita-cita dan bahkan pola berpikir, bertindak dan berperilaku.

Konferensi Besar IPNU (14-16 Maret 1960 di kaliurang), disepakati untuk mendirikan wadah tersendiri bagi mahsiswa NU, yang disambut dengan berkumpulnya tokoh-tokoh mahasiswa NU yang tergabung dalam IPNU, keputusan penunjukan tim perumus pendirian organisasi yang terdiri dari 13 tokoh mahasiswa NU. Mereka adalah:

1.      Khalid Mawardi (Jakarta)
2.      M. Said Budairy (Jakarta)
3.      M. Sobich Ubaid (Jakarta)
4.      Makmun Syukri (Bandung)
5.      Hilman (Bandung)
6.      Ismail Makki (Yogyakarta)
7.      Munsif Nakhrowi (Yogyakarta)
8.      Nuril Huda Suaidi (Surakarta)
9.      Laily Mansyur (Surakarta)
10.  Abd. Wahhab Jaelani (Semarang)
11.  Hizbulloh Huda (Surabaya)
12.  M. Kholid Narbuko (Malang)
13.  Ahmad Hussein (Makassar)

Kemudian dalam sebuah musyawarah selama tiga hari (14-16 April 1960) di Taman Pendidikan Putri Khadijah (Sekarang UNSURI) Surabaya. Dengan semangat membara, mereka membahas nama dan bentuk organisasi yang telah lama mereka idam-idamkan. Kemudian organisasi itu diberi nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Musyawarah juga menghasilkan susunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga organisasi serta memilih dan menetapkan sahabat Mahbub Djunaidi sebagai ketua umum, M. Khalid Mawardi sebagai wakil ketua, dan M. Said Budairy sebagai sekretaris umum. Ketiga orang tersebut diberi amanat dan wewenang untuk menyusun kelengkapan kepengurusan PB PMII. Adapun PMII dideklarasikan secara resmi pada tanggal 17 April 1960 masehi atau bertepatan dengan tanggal 17 Syawwal 1379 Hijriyah.

Setelah berdirinya, PMII harus mengakui dengan tetap berpegang teguh pada sikap Dependensi timbul berbagai pertimbangan menguntungkan atau tidak dalam bersikap dan berperilaku untuk sebuah kebebasan menentukan nasib sendiri. Oleh karena itu haruslah diakui, bahwa peristiwa besar dalam sejarah PMII adalah ketika dipergunakannya istilah Independent dalam deklarasi Murnajati tanggal 14 Juli 1972 di Malang dalam MUBES III PMII, seolah telah terjadi pembelahan diri anak ragil NU dari induknya. Sejauh pertimbangan-pertimbangan yang terekam dalam dokumen historis, sikap independensi itu tidak lebih dari dari proses pendewasaan.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai generasi muda bangsa yang ingin lebih eksis dimata masyarakat bangsanya. Ini terlihat jelas dari tiga butir pertimbangan yang melatar belakangi sikap independensi PMII tersebut. Pertama, PMII melihat pembangunan dan pembaharuan mutlak memerlukan insan-insan Indonesia yang berbudi luhur, taqwa kepada Allah SWT, berilmu dan cakap serta tanggung jawab, bagi keberhasilan pembangunan yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat. Kedua, PMII selaku generasi muda indonesia sadar akan perannya untuk ikut serta bertanggungjawab, bagi keberhasilan pembangunan yang dapat dinikmati secar merata oleh seluruh rakyat. Ketiga, bahwa perjuangan PMII yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan idealisme sesuai deklarasi tawangmangu, menuntut berkembangnya sifat-sifat kreatif, keterbukaan dalam sikap, dan pembinaan rasa tanggungjawab. Berdasarkan pertimbangan itulah, PMII menyatakan diri sebagai organisasi Independent, tidak terikat baik sikap maupun tindakan kepada siapapun, dan hanya komitmen terhadap perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskan Pancasila.

A.     Tujuan PMII
PMII bertujuan untuk mendidik kader-kader bangsa dan membentuk pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, terampil, cerdas dan siap mengamalkan ilmu pengetahuannya dengan penuh tanggung jawab. PMII dalam sejarahnya merupakan pelopor, pembaharu dan pengemban amanat intelektual dalam meningkatkan harkat martabat bangsa Indonesia.

B.     Makna Filosofis PMII
Nama PMII disusun dari empat kata yaitu “Pergerakan”, “Mahasiswa”, “Islam”, dan “Indonesia”. Makna “Pergerakan” yang dikandung dalam PMII adalah dinamika dari hamba (makhluk) yang senantiasa bergerak menuju tujuan idealnya memberikan kontribusi positif pada alam sekitarnya. “Pergerakan” dalam hubungannya dengan organisasi mahasiswa menuntut upaya sadar untuk membina dan mengembangkan potensi Ketuhanan dan kemanusiaan agar gerak dinamika menuju tujuannya selalu berada di dalam kualitas kekhalifahannya.

Pengertian “Mahasiswa” adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dinamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara. “Islam” yang terkandung dalam PMII adalah Islam sebagai agama yang dipahami dengan haluan/paradigma ahlussunah waljama’ah yaitu konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, islam, dan ikhsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif.

Islam terbuka, progresif, dan transformatif demikian platform PMII, yaitu Islam yang terbuka, menerima dan menghargai segala bentuk perbedaan. Keberbedaan adalah sebuah rahmat, karena dengan perbedaan itulah kita dapat saling berdialog antara satu dengan yang lainnya demi mewujudkan tatanan yang demokratis dan beradab (civilized). Sedangkan pengertian “Indonesia” yang terkandung di dalam PMII adalah masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang mempunyai falsafah dan ideologi bangsa (Pancasila) serta UUD 1945 dengan kesadaran kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang diikat dengan kesadaran wawasan nusantara.

Sebagai sebuah organisasi islam, PMII berpandangan bahwa nilai-nilai keislaman (religionitas) dan keindonesiaan (nation state) merupakan perwujudan kesadaran seagai insan muslim Indonesia. Sedangkan kerangka keagamaan berdasarkan atas nilai keadilan, kebenaran, toleransi, moderat dan kemanusiaan.PMII  dirancang sebagai organ/instrumen perubahan sosial (social change).Secara individual, PMII menawarkan Liberasi dari segala hegemoni dan dominasi ideologi, Ide maupun gagasan. Secara kelembagaan, PMII adalah barisan intelektual muda yang menawarkan beragam format gerakan mulai dari keislaman, kebudayaan pers, wacana, ekonomi, hingga gerakan massa. PMII cukup mewadahi pluralitas potensi, minat dan kecenderungan otentitas individu.Ingat, masuk menjadi anggota PMII harus dilatarbelakangi dengan sebuah kesadaran sosial dan bukan sekedar untuk membunuh waktu.

Read more ...

perkembangan perubahan logo MU

Minggu, 16 Maret 2014

Ini dia Info unik untuk Pecinta MU sejati !

Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna hijau-kuning.

= Like & SHARE ya Jika Kamu Fans MU Sejati =

Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi merah (kaos), putih (celana), dan hitam (kaos kaki), yang menjadi standar seragam MU sampai saat ini.

Lambang Manchester United telah diganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan.

Setan yang terletak di tengah lambang merupakan akar dari julukan "Setan Merah" (The Red Devils), yang muncul di era 1960-an

Setelah Matt Busby mendengar itu dari fans tim rugbi Salford. Pada akhir 60-an, lambang setan telah mulai untuk dimasukkan pada brosur program dan syal klub.

Buktikan kamu MANCHUNIAN Sejati !
Read more ...

kader IPNU pimpin MUI dan muhamddiyah (Ormas Islam terbesar ke II di indonesia)

Kamis, 13 Maret 2014
Muslimedianews.com ~ IPNU atau Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama  merupakan badan otonom Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra.
 
Saat ini kader IPNU menorehkan prestasi yang sangat membanggakan menjadi pimpinan tertinggi di MUI (Majelis Ulama Indonesia) yaitu Ketua Umum MUI. Ia adalah Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA, atau lebih akrab disapa Din Syamsuddin. Tidak hanya itu, ia juga menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia. 
 
Meskipun berada di Muhammadiyah tapi pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 31 Agustus 1958 itu pernah menjadi Ketua IPNU Cabang Sumbawa dari tahun 1970 sampai tahun 1972. Hal ini juga dicantumkan dalam biografi Din Syamsuddin di situs Wikipedia.
Ads by Media PlayerAd OptionsAhmad Baso, penulis buku NU Studies, diakun jejaring sosial facebooknya mengatakan bahwa baru tahu kalau kader Din Syamsuddin ternyata dulunya kader IPNU.

"Anda kader IPNU? Baru tahu saya ternyata kader IPNU itu posisinya yang membanggakan bukan menjadi dubes, bukan duduk di kursi empuk Senayan, bukan pula calon menteri... Kader IPNU ideal itu ya jadi Ketua Umum MUI atau minimal jadi Ketua Umum Muhammadiyah... seperti yg kita lihat Din sekarang ini... Cuma Ketum MUI/Muhammadiyah sekarang ini perlu ngaji lagi kitab-kitab agar kualitas fatwanya mumpuni, dan juga harus terus mimpin tahlilan agar umat dekat dan kualitas ke-NKRI-an-nya teruji....", tulisnya (7/3/2014)





"Sudahkah Anda kader IPNU mempersiapkan diri Anda sekarang jadi Ketua Umum MUI atau Ketua Umum Muhammadiyah pelanjut Din Syamsuddin... ????", lanjutnya.
Berbagai komentar pun bermunculan di facebook pribadinya. Namun, diantaranya ada yang menyatakan tidak menginginkan kader yang seperti itu.
"Intinya kita tak mengharapkan ada kader yang seperti itu lagi.. Proses kaderisasi di IPNU bagian untuk memperkuat NU.. Jadi tak usah bangga dengan model syad mukholiful qiyas wal istimal.", tulis salah seorang pengguna fb lainnya.
Read more ...

9 titik erotis pada perempuan

Kamis, 13 Maret 2014
Banyak yang bilang, susah memuaskan perempuan di tempat tidur! Tapi anggapan itu tak sepenuhnya benar jika Anda tahu triknya. Satu hal yang harus Anda lakukan adalah membuatnya ‘on dengan menyentuh titik erotis.
Suara.com - Banyak yang bilang, susah memuaskan perempuan di tempat tidur! Tapi anggapan itu tak sepenuhnya benar jika Anda tahu triknya. Satu hal yang harus Anda lakukan adalah membuatnya ‘on dengan menyentuh titik erotis.
Berbeda dengan laki-laki yang nyaris terpusat di penis, pantat dan kaki, titik erotis perempuan itu ada di banyak tempat. Hampir seluruh tubuh perempuan adalah titik yang bisa membuatnya terangsang. Berikut sembilan titik yang bisa Anda ‘eksplorasi’ untuk membuatnya terbang.
1. Paha bagian dalam
Paha bagian dalam adalah bagian tubuh perempuan yang sangat sensitif. Mulai aksi tangan Anda dari pinggang, turun ke pahanya. Bersiaplah mendengar lenguhannya ketika tangan Anda menyentuh paha dalamnya. Apalagi jika sentuhan itu datang dari bibir Anda.
2. Pantat
Banyak perempuan yang sangat menikmati aksi di bagian tubuh belakang ini. Anda tak hanya bisa membelainya, tapi juga meremas atau mencubitnya. Bahkan pukul ringan di bagian ini bisa akan membuatnya langsung memanas.
3. Tengkuk hingga leher
‘Serangan’ di tengkuknya akan langsung membuat goyah pertahanannya. Cium perlahan tengkuknya. Perlahan turunkan bibir Anda ke lehernya. Sesekali kerahkan lidah Anda dan berikan gigitan lembut di bagian ini. Dijamin dia akan menuntut lebih.
4. Telinga
Perempuan sangat menikmati saat telinga mereka dicium, atau malah dijilat. Anda bisa melengkapi serangan di telinganya dengan membisikkan sesuatu yang erotis. Dan dia serta merta akan ‘on.
5. Kaki
Yak betul sekali, perempuan akan terangsang saat Anda membelai kakinya. Apalagi jika ‘sentuhan’ itu diarahkan ke tumitnya. Beri dia pijatan yang membangkitkan, kemudian perlahan kerahkan ‘Mr P’ untuk aksi selanjutnya. Anda tak akan merasakan sensasi yang hahh, tapi dia juga akan menjadi liar akibat sentuhan ini.
6. Pinggang
Mungkin Anda jarang menyentuh bagian ini. Padahal perempuan sangat menyukai sentuhan di pinggangnya. Coba belai lembut atau lakukan aksi bibir di pinggangnya, dan jangan kaget jika Anda akan mendengarnya melenguh karena rasa nikmat.
7. Payudara
Anda mungkin paling suka menyentuh bagian ini, dan tak ada yang menyangkal payudara khususnya puting adalah titik erotis baik bagi perempuan maupun laki-laki. Belaian lembut hingga ciuman liar akan membuatnya bersedia melakukan apapun untuk membuat Anda puas.
8. Klitoris
Ini adalah titik yang paling mudah mengantarnya terbang. Stimulasi di bagian ini, apapun bagian tubuh yang Anda gunakan, akan membuatnya liar oleh sensasi.
9. Bibir
Bibir juga menjadi spot favourit kaum hawa. Anda bisa memulai serangan dengan ciuman lembut, sebelum membuatnya makin liar dengan ciuman yang lebih panas. Dan satu hal, ciuman di mulut juga akan membuatnya merasa Anda bermain dengan hati. (Sumber : indiasutras.com)
Berbeda dengan laki-laki yang nyaris terpusat di penis, pantat dan kaki, titik erotis perempuan itu ada di banyak tempat. Hampir seluruh tubuh perempuan adalah titik yang bisa membuatnya terangsang. Berikut sembilan titik yang bisa Anda ‘eksplorasi’ untuk membuatnya terbang.
1. Paha bagian dalam
Read more ...

Agama baru kristian ortodok menyerupai ajaran islam

Senin, 10 Maret 2014

Innalillahiwainna ilaihirroji'un,,,,
smoga allah slalu mmberi umat muslim ketetapan hati
‪#‎aammmiiiinnnn

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN...
ya Allah... Musibah Besar Mengintai Ummat,
Ada Agama baru yg meniru Islam.

Wajib baca...

Adalah Agama baru kristian ortodok dari syria dan lebanon..
Namanya Kristen Ortodoks Syiria (KOS).
Mereka sholat, puasa, zakat, Gerejanya berbentuk Masjid, dll.
Bangunan Gerejanya persis seperti Masjid milik Ummat muslim..
Bila dengar bacaan-bacaannya pun seperti alunan ayat quran..

Sungguh khawatir teruntuk anak-anak dan generasi kita, juga nantinya, jika kita kurang bertauhid (bertaqwa).
Aliran baru ini masuk ke Indonesia dari Syiria & Libanon, Agama Kristen yg menyerupai Islam.
Kenapa disebut agama baru?
Karena Nabi Isa tak pernah mengajarkan kristen dan trinitas,
semua Nabi dan Rasul termasuk Nabi Isa semua membawa agama tauhid kepada satu Tuhan yaitu Allah Ta'ala,dan agamanya yakni agama islam.
Dan agama baru KOS (Kristen Ortodoks Syria) saat ini sedang berleluasa di Indonesia..
Yg dibaca tu bukan Quran tapi injil dalam bahasa arab.
Demi Islam & Kaum Muslimin,
Sebarkan informasi ini ke umat nabi Muhammad Saw.
Perbanyak taqwa kita dengan mendekati Allah Ta'ala.

Jangan takut untuk men'Share' berita ini, karena Allah akan menggantinya berlipat ganda, tapi jika berhenti di
tangan anda, berarti anda seolah tidak peduli dgn islam.

Wallahualam....
Semoga informasi ini menjadi peringatan

Read more ...

NASKAH dan MAKNA BAI’AT ANGGOTA PMII

Jumat, 07 Maret 2014
Apa sih arti baiat itu?
Baiat adalah kita bersumpah setia kepada pemimpin organisasi dan tidak keluar dari ketaatan kpd mereka dalam hal yang tidak maksiat.

Nah fungsinya adalah agar suatu organisasi yang berdaulat menjadi aman dari pemberontakan dan sejenisnya. Dan kebijaksanaan pemimpin dapat dijalankan dg mudah. Jika perintah mereka tidak untuk maksiat.
 






Bismillahirrahmanirrahiem
Asyhadu allaa ilaaha illa Allah, wa asyhadu anna muhammadrrasuulullah
Radhiitu billahi Rabba, wabil islaami diinaa, wabimuhammadinnabiyya wa rasuulaa
Wabil qur’aani imaamaa...

Dengan memohon ridlha, rahmat, dan maghfirah Allah swt, saya berikrar:
Bahwa saya:
·         Menyerahkan diri menjadi anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
·         Sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal jama’ah, Nilai Dasar Pergerakan, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Nilai-nilai, Norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya, serta cinta tanah air dan bangsa.
·         Sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi pantang berputus asa, pantang menyerah, dan pantang meninggalkan PMII dalam situasi dan kondisi apapun.
·         Sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia senantiasa patuh dan taat kepada pimpinan organisasi; bahwa ketidaksetiaan kepada pimpinan organisasi, adalah suatu bentuk pengkhianatan kepada organisasi dan pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.

Astaghfirullahal ‘Adzhiem, Astaghfirullahal ‘Adzhiem, Astaghfirullahal ‘Adzhiem..
Khasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’mannashier...
Laa haula walaa quwwata illaa billaah...
Read more ...